Pedoman Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMP Kurikulum 2013

Pedoman Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMP Kurikulum 2013


www.dunianeka.comPedoman Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMP Kurikulum 2013

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di dalam dan/atau di luar kelas merupakan tahap terpenting dari penerapan kurikulum pembelajaran.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar adalah untuk membantu dan mendorong peserta didik mencapai kompetensi pengetahuan, kompetensi keterampilan, dan kompetensi sikap.

Salah satu prinsip pembelajaran yang penting dalam penerapan kurikulum 2013 adalah peserta didik mencari tahu bukan diberi tahu (Permendikbud No. 22 Tahun 2016).

Pemikiran ini didasarkan pada konsep pembelajaran yang bertitik pusat pada peserta didik (student active learning). Peserta didik merupakan subjek yang memiliki kemampuan aktif untuk mencari, mengolah, mengonstruksi, dan menggunakan pengetahuan.

Upaya-upaya pemecahan masalah perlu ditekankan dan didorong agar peserta didik benar-benar dapat memahami dan dapat menerapkan pengetahuan serta keterampilannya.

Kegiatan belajar mengajar tidak akan bisa terlaksana dengan baik dan lancar bila tidak dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Oleh sebab itu guru atau pendidik berkewajiban untuk mempersiapkan kegiatan belajar mengajar. Termasuk di dalamnya mempersiapkan skenario pengalaman belajar yang beragam.

Pendekatan yang dipergunakan pada kegiatan pembelajaran kurikulum 2013 adalah pendekatan saintifik. Di dalamnya menerapkan prinsip-prinsip dan tahapan-tahapan berbasis proses secara keilmuan.

Dalam pelaksanaannya guru diharapkan mampu menggunakan beberapa strategi pembelajaran dan model-model pembelajaran yang dapat merangsang peserta didik untuk secara aktif terlibat di dalamnya.

Pengertian model pembelajaran adalah suatu bentuk kegiatan pembelajaran yang memiliki nama, ciri, sintaks, pengaturan, dan budaya. Beberapa contoh model pembelajaran di antaranya project based learning, problem based learning, dan inquiry/discovery learning.

Dengan diterapkannya model-model pembelajaran yang variatif dan disesuaikan dengan kondisi peserta didik, maka peserta didik diharapkan dapat diarahkan untuk secara aktif mencari tahu dan membangun atau mengonstruksi pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari.

Sebelum memulai proses pembelajaran guru atau pendidik wajib melakukan persiapan-persiapan, yang dimulai dengan mencari dan membaca buku-buku atau sumber bacaan yang dapat dijadikan referensi pembelajaran.

Persiapan selanjutnya adalah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan sumber-sumber belajar yang terkait, menentukan langkah-langkah pembelajaran, sampai dengan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Perlu dipahami bahwa penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) bukanlah sekedar urusan persiapan adminsitratif tiap awal semester. Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan kegiatan sebagai proses yang melekat pada pembelajaran.

Pada ranah manajemen, kegiatan perencanaan selalu dilakukan sebelum kegiatan pencapaian tujuan.

Adapun penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan oleh guru secara mandiri maupun secara berkelompok dalam wadah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) acuan yang digunakan diawali dengan penyusunan silabus dan standar isi.

Pedoman Penyusunan RPP SMP Kurikulum 2013

Prinsip Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Prinsip-prinsip yang menjadi landasan penyusunan Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) adalah sebagai berikut.

  • Memperhatikan perbedaan individu antarpeserta didik. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) seyogyanya disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal peserta didik, tingkat kemampuan berpikir, minat, dan motivasi belajar. Selain itu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) juga diharapkan disusun dengan memperhatikan bakat, potensi kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, dan peserta didik yang berkebutuhan khusus. Aspek lain yang juga perlu diperhatikan dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah latar belakang budaya, norma, nilai dan/atau lingkungan peserta didik, serta kecepatan peserta didik dalam menyerap dan memahami pengetahuan yang baru.
  • Kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus diperlakukan dan ditempatkan sebagai subyek kegiatan belajar. Guru harus bertindak sebagai pembimbing, pendamping, fasilitator, sahabat, atau teman belajar bagi peserta didik.
  • Pembelajaran yang berbasis konteks. Prinsip pembelajaran yang berbasis konteks dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat terwujud apabila guru sebagai pendidik mampu mengidentifikasi dan memanfaatkan berbagai sumber belajar setempat. Selain itu, kemampuan guru dalam mengenal situasi dan kondisi sosial ekonomi peserta didik juga berpengaruh. Kegiatan pembelajaran harus dimulai dengan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengedepankan budaya atau kearifan lokal tanpa mengesampingkan wawasan secara global, dan dalam pelaksanaannya dimulai dengan sesuatu yang sudah diketahui oleh peserta didik sebelumnya kemudian dikembangkan lebih luas.
  • Kegiatan pembelajaran yang berorientasi kekinian. Pembelajaran yang berorientasi kekinian adalah bentuk kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai-nilai yang berlaku pada masa kini. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) hendaknya tidak mengesampingkan hal ini. Guru sebagai pendidik hendaknya selalu berusaha meningkatkan kemampuan dirinya dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang seiring dengan perkembangan zaman.
  • Pengembangan kemandirian belajar. Guru dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusunnya harus selalu berusaha untuk mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. Guru diharuskan untuk melakukan upaya-upaya yang dapat menumbuhkembangkan kemampuan peserta didik untuk mengekspresikan dirinya, mengemukakan pendapat atau inisiatif yang dilandasi dengan rasa percaya diri.
  • Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) harus dilengkapi dengan pemberian umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran meliputi penguatan, pengayaan, dan remedial.
  • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau antarmuatan. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) seyogyanya memperhatikan keterkaitan antara Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK). Selain itu juga harus memperhatikan tujuan pembelajaran, materi ajar, tahapan kegiatan pembelajaran, penilaian, serta sumber belajar seabgai satu kesatuan utuh pengalaman belajar peserta didik.
  • Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran peserta didik secara terintegrasi, sistematis, dan efektif disesuaikan dengan stiuasi dan kondisi belajar.

Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses mengatur dengan jelas komponen dan sistematika Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang dilengkapi penjabarannya dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

Komponen-komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah sebagai berikut.

  • Identitas sekolah atau nama satuan pendidikan.
  • Identitas mata pelajaran dan/atau tema atau subtema.
  • Jenjang kelas dan semester
  • Materi pokok, submateri (jika ada)
  • Alokasi waktu. Penetapan alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan pencapaian Kompetensi Dasar (KD) dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia.
  • Tujuan pembelajaran, dirumuskan berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) dan harus menggunakan kata kerja operasional sehingga memiliki indikator yang dapat diukur dan diamati, mencakup ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  • Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
  • Materi pembelajaran. Di dalamnya memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dirumuskan dalam bentuk butir-butir sesuai rumusan indikator pencapaian kompetensi.
  • Metode pembelajaran. Digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapai.
  • Media pembelajaran. Media pembelajaran yang dapat digunakan berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi ajar.
  • Sumber belajar, berupa buku, media cetak dan/atau media elektronik, alam sekitar, atau sumber-sumber belajar lain yang relevan.
  • Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup.

Penilaian hasil pembelajaran, memuat alat penilaian dan instrumennya, program perbaikan (remedial) dan program pengayaan.

Pedoman penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selengkapnya dapat diunduh/didownload pada tautan ini.

Demikian informasi tentang pedoman penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMP Kurikulum 2013. Semoga bermanfaat.

sumber: www.kemdikbud.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *