Fungsi Otak

      No Comments on Fungsi Otak

www.dunianeka.com – Fungsi Otak

Anugerah dari Tuhan kepada manusia adalah kehidupan beserta unsur-unsur di dalamnya, termasuk unsur fisik berupa otak.  Otak merupakan massa protoplasma paling kompleks serta memiliki fungsi dan manfaat yang sangat luar biasa.

Satu-satunya organ kehidupan manusia dan makhluk hidup lain yang sangat berkembang adalah otak.  Pada praktiknya otak dapat mempelajari dirinya sendiri.

Selain daripada itu, antara manusia satu dengan yang lainnya bisa saja memiliki karakter otak yang berbeda.  Hal ini dikarenakan salah satu sifat otak yang unik.

Manusia memanfaatkan otak untuk melakukan aktivitas beragam dalam kehidupannya.  Aktivitas tersebut dapat berupa berpikir, membandingkan antara dua hal, berhitung, mengingat, berkomunikasi, dan banyak hal lainnya.

Bila tubuh manusia dapat merawat otak dengan kehidupan yang sehat dan didukung oleh lingkungan yang mendidik dan merangsang perkembangan otak, maka otak dapat berfungsi aktif dan reaktif selama lebih dari satu abad.

Begitu berartinya peranan otak dalam kehidupan dan peranan pentingnya maka setiap manusia diwajibkan selalu mengalokasikan waktu untuk mengasah otaknya.

Tugas mengasah otak ini diawali dari tahap paling dasar yang dilakukan oleh orang tua di rumah, dan juga guru di sekolah ketika manusia berada pada tataran pendidikan.

Anak-anak yang diberikan perhatian khusus terkait perkembangan otaknya, akan lebih mudah diarahkan untuk menekuni bidang-bidang tertentu sebagai tonggak masa depannya.

Bagian otak manusia

Otak memiliki tiga bagian pokok, yaitu:

  1. Neokortek, atau disebut juga otak berpikir, merupakan tempat dimana kecerdasan berasal.
  2. Batang otak atau otak reptilian, merupakan komponen kecerdasan yang memiliki level terendah.  Bagian ini memiliki fungsi pokok utuk mengontrol system motor sensorik dan kelangsungan hidup.
  3. Sistem limbik atau otak mamalia, terletak di bagian tengah otak dan memiliki fungsi sebagai panel kontrol utama.  Bagian yang menjadi tanggung jawabnya adalah indera peraba, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan sensasi tubuh.  Sistem limbik juga bertanggung jawab atas memori dan daya ingat, bioritmik, sistem kekebalan tubuh, dan fungsi perasaan.

Pada bagian inilah proses penalaran, aktivitas berpikir intelektual, kecerdasan lingual/bahasa, pengambilan keputusan, perilaku  motoris, dan juga penciptaan gagasan non verbal terjadi.

Fungsi Otak Kanan dan Otak Kiri

Dari uraian sebelumnya dapat diketahui bahwa otak terdiri atas tiga bagian pokok, yang mana masing-masing bagian memiliki fungsi yang berbeda-beda.  Ketiga bagian tersebut dikelompokkan menjadi otak belahan kanan dan otak belahan kiri.

Kedua belahan ini selanjutnya lebih dikenal dengan sebutan otak kanan dan otak kiri.

Roger Sperry dalam penelitian yang dipublikasikan pada tahun 1960 menyebutkan bahwa setiap belahan otak, baik belahan otak kanan maupun otak kiri bertanggung jawab terhadap cara berpikir.

Otak kanan maupun otak kiri memiliki spesifikasi kemampuan tertentu.  Meskipun demikian tetap saja ada persilangan dan/atau interaksi antara kedua sisi belahan otak tersebut.

Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berkaitan dengan rasio, kemampuan menulis dan membaca, penalaran atau logika, dan merupakan pusat aktivitas matematika.

Banyak pakar yang menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient/IQ).

Otak kanan berfungsi dalam aktivitas interaksi dengan manusia lain dalam kehidupan sosial, pengendalian tingkat emosi, dan komunikasi.  Aktivitas-aktivitas tersebut digolongkan sebagai kecerdasan emosi (Emotional Quotient).

Pada bagian otak kanan terdapat juga kemampuan merasakan, memadukan, dan kemampuan intuitif serta ekspresi tubuh seperti menari, melukis, menyanyi, dan beragam kegiatan kreatif yang lain.

Sebagai contoh, orang yang otak kirinya lebih dominan daripada otak kanan akan memiliki tingkat kepandaian melakukan analisa dan pemikiran logis, tetapi kurang dalam hal hubungan sosial.

Penanda fisik orang yang dominan otak kirinya adalah telinga kanan memiliki kualitas pendengaran yang lebih tajam.  Kaki dan tangan kanannya juga lebih reaktif daripada tangan dan kaki kirinya.

Sebaliknya, orang yang dominan otak kanannya terbukti lebih pandai bersosialisasi dan bergaul. Namun ia memili kesulitan dalam mempelajari hal-hal yang bersifat teknis.

Terlepas dari perbedaan dalam aspek tingkat kecerdasan dan kesuksesan, setiap manusia memiki susunan saraf otak yang sama.

Secara fisiologi, otak yang kita miliki mirip dengan otak orang lain, bahkan memiliki kesamaan dengan cendekiawan-cendekiawan seperti Albert Einstein.  Hal ini dapat diartikan bahwa kita memiliki kesempatan untuk menyamai taraf para pemikir cerdas dan cendekiawan dengan pendekatan dan upaya pengembangan otak yang tepat.

Perlu dilakukan tahap pengenalan terhadap diri sendiri termasuk di dalamnya pemahaman terhadap dominasi otak yang kita miliki.  Pertanyaan yang paling pokok adalah: lebih dominan yang manakah bagian otak kita, kanan atau kiri?

Bila hal ini sudah dapat didefinisikan, tugas selanjutnya adalah menyelaraskan kerja otak sehingga kita dapat berkembang dengan optimal.

Sumber: Quantum Learning – Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *